Plan It or Get Panic !!

Hi couplez,

beberapa waktu yang lalu ada salah satu calon clinet aku yang curhat .. sampe kayak mau nangis .. Doi kesell .. katanya ini belum selesai lah .. itu belum selesai lah .. belum lagi si capeng cowo .. kayaknya apa apa terserah lah .. jadi si capeng cewe ini akhirnya ngerasa semua beban ada di pundak dia .. belum lagi mama papa cowo dan mama papa cewe maunya beda beda .. Singkat kata .. dunia rasa rasa mau pecah katanya. Sampe sempet kepikir apa doi cancel aja kawinnya .. Doi pikir :  “Mungkin ini pertanda ?”

Eiiitsss .. Kalau kamu pun saat ini berada di kondisi seperti itu dan berpikir untuk .. ‘menyerah saja’ .. Stop right there ! Yes .. You ! Jangan langsung panik dan menyerah gitu donk .. Semua sebenernya bisa diselesaikan dengan baik, dan terencana kalau kita mau duduk manis sebentar .. tenangkan diri .. dan fokus. Panik dan emosi  gak akan menyelesaikan masalah.  So keep calm, lalu pikir .. ok .. masalahnya apa .. cara menyelesaikannya gimana .. planning nya apa biar semua bisa kelar. That’s the mind set that you should have .. bukan nangis termehek mehek lalu ngambek.

Plan it or Get Panic

Dari kesekian banyak capeng yang menjadi client Expert, ada beberapa yang cerita mengenai pengalaman mereka .. mulai dari santai sampai jadi bride-zilla .. Hmm.. kalau aku ambil benang merahnya nih .. semua dimulai dari kondisi yang sama .. yaitu, mereka merasa semua under control .. jadi mereka santai santai .. sampai mereka berada di satu titik dimana mereka tersadar .. oh iya ya .. ini belum.. itu belum .. ini gw lupa . itu gw lupa .. They start to feel the pressure .. Akhirnya, mereka langsung bikin planning A-I-U-E-O untuk mengatasi hal hal yang lupa .. sambil mencoba berdiskusi dengan pasangan dan orang tua .. ( dan mungkin bertanya kebeberapa orang terdekat , seperti adik kakak .. teman sahabat ) . Nah,seringkali , yang lucunya, moment dimana mereka bertanya kepada orang-orang tersebut, yang seharusnya membantu mereka mencari solusi atas problem yang mereka hadapi , malah bikin mereka jadi makin bingung, karena hampir semua orang punya opsi yang berbeda , saran yang berbeda , atau keinginan yang berbeda, yang akhirnya kemudian malah membuat kamu GAK ke mana-mana.

Waktu berjalan .. sampai akhirnya kamu kemudian tersadar bahwa .. waktu nya tinggal sebentar lagi aja .. dan masih banyak yang belum kelar .. Di sini kemudian kamu mulai panik , emosional, jadi menyebalkan, ditanya apa apa jawabnya marah-marah, vendor salah sedikit langsung pingin main CUT aja .. dan lain lain dan lain lain.. Yang sebenernya ga bener juga ya kan. So , what you gotta do then ?

Plan it

Saran pertama dari Adit adalah, plan it. Plan di sini artinya, bener-bener bikin time line . kalau kamu masih punya waktu 12 bulan sampai dengan hari H, kamu wajib duduk berdua dengan pasanganmu, dan buat planning / goal per bulannya wajib menyelesaikan apa saja. Setelah planning tersebut selesai dibuat .. kalian berdua harus commit dengan goal yang sudah kalian buat sendiri .

Plan B it

Hmm , nah .. pada saat kamu membuat planning , kamu harus punya plan B. Jangan cuma 1 plan, yang biasanya di saat planning tersebut gagal, kamu kelabakan karena kamu ga prepare dengan plan B. So .. walaupun hanya kisi-kisi, kamu wajib punya plan B ..

Involve Good People

Involve good people di sini bisa berarti : kakak kamu , atau family, atau sahabat, atau wedding organizer  , yang kamu tahu memang reliable , dan dapat memberikan good input untuk kamu. Kamu ga perlu involve semua orang for the sake of ‘gak enak’ . Pilih satu atau dua orang aja yang memang mau commit ngebantu kamu dalam segala hal yang berhubungan dengan wedding kamu.

Sehubungan dengan pemilihan vendor, kamu cari vendor-vendor yang punya reputasi yang baik. Reputasi di sini bukan berarti vendor-vendor yang di rekomendasikan oleh teman, atau saudara misalnya. Bukan semata-mata vendor yang kamu temui di wedding expo dengan booth paling besar 🙂 Rekomendasi dari temen atau keluarga kamu tentu lebih penting , karena mereka adalah ex-client dari vendor tersebut. Bahkan mungkin kamu sendiri penah melihat bagaimana vendor tersebut perform di acara pernikahan temen kamu atau saudara kamu tersebut bukan ? Lebih real daripada sekadar booth pameran. 🙂

Keep Calm

Keep calm ini penting loh .. beberapa kali ada client adit yang cancel merit , hanya 2 bulan menjelang hari H. Dan ada beberapa client yang curhat ( cowonya ) , bahwa dia ga tahan dengan perubahan sikap cewenya. Yang tiba-tiba menjadi pemarah, judes, emosional , dan akhirnya doi jadi berpikir ulang , apa wanita seperti ini yang ingin dia nikahi. Dan jawabannya : TIDAK. So, dia cancel pernikahannya. See .. calm ! 🙂 Tidur cukup, makan cukup , jangan over diet , olahraga cukup, yoga kalau perlu .  Tiap kali kamu mulai emosi, take a deep breath dan .. control your mind.

Be Realistic

Nah, ini yang terakhir dari Adit. Be realistic. In life ,gak ada yang bener-bener sempurna. Seringkali , terutama capeng wanita , mereka ingin punya wedding day yang super duper perfect , yang kemudian membuat mereka mengeset target yang terlalu tinggi dan muluk-muluk. Dengan target yang terlalu tinggi tersebut akhirnya semuanya bengkak, jumlah undangan bengkak, budget bengkak, dengan timeline yang semakin mepet. Akhirnya, stress. So, be realistic dalam membuat planning pernikahanmu. Hal ini akna membantu kamu untuk mengeliminasi hal-hal apa saja yang sebenernya ga perlu perlu amat.

See ? Nantikan tips lainnya bersama saya Joshua Aditya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s